Sepertinya saya sudah lama tidak pernah menulis tentang diri sendiri di blog ini atau tepatnya curhat :p, terakhir adalah ketika baru pulang dari Australia setelah menonton Soundwave festival itu. Ah those days, i want it back! Jadi apa saja yang terjadi setelah itu? Oh well, diantara bulan2 yang lalu tersebut memang banyak hal yang terjadi. Yang pertama adalah ketika saya memutuskan untuk keluar dari band yang managerin sejak tahun 2004, Psychofun. Band yang berusaha saya besarkan dengan seluruh kemampuan, dari mencarikan panggung untuk pertama kali di Denpasar sampai kemudian bisa rose to fame ke kancah musik nasional dengan berkonser diacara2 di kota - kota seperti: Surabaya, Bandung, hingga Makassar. Sebuah band yang saya bantu besarkan di dunia maya hingga nyata. Sebagai salah satu band di Bali yang paling pertama sadar akan pentingnya social media sebagai wadah untuk menjaring fans baru. Silahkan cek sendiri, myspace dan fans page mereka di facebook. Walaupun jumlah like-nya tdk sebanyak band sebelah :p.
Tentu saja keberhasilan saya sebagai personal manager tidak akan bisa dilepaskan dari Yudis, sang manager bisnis dari Psychofun. Saya sempat meninggalkan Psychofun pada tahun 2007, setelah hubungan asmara yang gagal mengacaukan semua konsentrasi. Namun sejak 2008 saya bergabung kembali dengan Psychofun, Yudis yang menggantikan saya sebagai manager, tidak berpindah dari posisinya. Sehingga Psychofun punya 2 manager, sebuah duo yang dinamis.
Namun pada akhirnya, pada bulan Oktober 2011 saya memutuskan kembali keluar dari Psychofun karena kesibukan saya dan Yudis dalam pekerjaan masing - masing. I'm not a quitter though, tapi inilah yang terbaik karena band ini punya masa depan yang cerah, sedangkan saya sendiri terlalu sibuk dengan pekerjaan. All the best untuk Psychofun, saya masih fans terbesar kalian! Pada tahun 2011 juga saya pada akhirnya menonton Bad Religion di Jakarta! Sebuah trip singkat yang melelahkan tapi terbayar lunas dengan penampilan 90 menit dari BR! Rombongan penonton dari Bali untuk BR adalah: Made Oka, Eka Rock SID, dan Mertha Rock adiknya Eka. Di airport saya juga bertemu Bobby SID yang juga berangkat menonton BR ke Jakarta. Sesampainya di Jakarta kita dijemput oleh Betel yang juga kakak dari Eka. Kita menginap di rumahnya Betel di Karawang, oh man akhirnya tau juga Karawang setelah cuma mendengar nama kota itu buku sejarah saja. Dan untuk informasi, saya menolak untuk bertemu dengan Bad Religion walaupun saya punya kesempatan yang besar untuk itu, buat saya biarlah saya punya jarak dengan mereka sebagai idola dan panutan agar mereka tetap angker...gimana statement saya keren gak? Saya juga sempat punya punya tambatan hati di tahun 2011, tapi gak usah diceritakan lah ya. Karena semuanya kandas :p Pada bulan November 2011, saya kembali disewa sebagai tour manager untuk band punk dari Inggris; Seven Crowns. Tour ini adalah tour kedua saya dengan mereka, kalau pada tahun 2010 rutenya dimulai dari Medan kemudian keliling Jawa lewat darat kemudian terbang ke Bali, pada tahun 2011 ini tournya dimulai dari Bali kemudian terbang ke Surabaya,lalu menempuh perjalanan darat dari Surabaya, Malang, Purwokerto, Bandung, Bekasi. Ditahun 2012 yang sudah lewat 4 bulan ini, saya juga menutup clothing line : Fetch, yang sudah saya bangun sejak 2010 bersama Putra Dynamite. Dikarenakan clothing line utama Dynamite sedang gencar2nya dalam produksi dan promosi. Ditengah kebingungan apakah saya akan melanjutkan Fetch untuk produksi atau tidak ditengah persaingan bisnis clothing di Denpasar yang begitu ketat.Sahabat saya di Perth, Simon menawarkan saya untuk menjadi mitranya dalam mendistribusikan minyak rambut Uppercut Deluxe di Indonesia, Jerinx sudah bersedia untuk membantu saya dalam promosi minyak rambut ini di Indonesia. Semoga saja ini cepat terealisasi dan tidak mendapat hambatan yang berarti dalam hal regulasi import.
Jadi selain masih memasarkan merk tas skateboard saya sendiri: Decent Hardware yang juga sedang kencang-kencangnya dalam hal produksi seiring dengan peningkatan jumlah long boarders di dunia, saya juga masih membantu Erick Tattoo dalam hal promosi dan asistensi, sama tentu saja mengurus produksi beberapa clothing brand dari berbagai negara... Duh...kesannya saya sibuk banget, terus kapan pacarannya? :p Tapi pada dasarnya, pekerjaan saya bukanlah 9 to 5. Pekerjaan yang tidak tetap, not a "decent job" sebuah term yang menjadi momok ketika harus berhadapan dengan orang tua wanita yang saya coba dekati, dan selalu terbata - bata saya menjawab ketika mereka bertanya: "kerja dimana dik?" duh, harus ya pak saya punya status? Biar anak bapak aja deh statusnya pacaran ama saya...haha...duh...mudah2an anaknya mau ya... Kerja itu tidak harus dikantor, tidak harus di ruang AC...tidak harus 9-5, karena bisa saja 24 jam seperti sekarang ini Semua "pekerjaan" ini adalah: To stay true, and to stick for what I believe in, atau kata SID to stay badass. To stay badass, bitch!
I've got my way of life, and I won't back down or apologize - Pennywise
lecir
I'm blogging there for I'm a drama king! haha
Jumat, 06 April 2012
Not a life's poet
Selasa, 12 April 2011
Bali Sebagai Kandang Baru - Interview With Rocket Rockers
Bali Sebagai Kandang Baru*
Rocket Rockers, band yang didirikan di Bandung pada tahun 1998 ini sudah merilis 3 album.
Nama awal mereka sebelum berubah menjadi Rocket Rockers adalah Immorality President.
Pada tahun 1999 Al. aka Ucay bergabung dengan Immorality President , dan mengusulkan perubahan nama menjadi Rocket Rockers.
Mulai saat itu mereka mulai tampil pada acara pensi – pensi SMA dan acara – acara kolektif.
Setelah mengikuti beberapa kompilasi, akhirnya album pertama mereka: “Soundtrack For Your Life” dirilis oleh label indie Bandung – Off The Records pada tahun 2002 dan berhasil menembus angka penjualan sebanyak 20.000 keping, sebuah pencapaian yg luar biasa untuk sebuah band yang baru merilis album pertamanya.
Dengan modal album pertama tersebut, Rocket Rockers kemudian banyak tampil di pensi-pensi sekolah baik di kota mereka sendiri maupun Jakarta dan sekitarnya. Musik mereka mampu merebut perhatian generasi muda saat itu dengan music yg mereka sebut sebagai: College Rock, atau Skate Rock (karena saat itu beberapa personil Rocket Rockers masih di bangku kuliah dan mereka adalah pemain skateboard)
Dengan jam terbang yang cukup tinggi, dan dibawah management yg baik - waktu itu Soda Music dengan manager Robin Malau yang ex-guitarist band Puppen, Rocket Rockers mampu menarik perhatian dari major label; Sony Music Indonesia.
Pada tahun 2004 mereka merilis debut major label: Ras Bebas, dengan dirilisnya album tersebut secara nasional maka audience nasional yg lebih luas pun mereka dapatkan dan mulai tampil di daerah luar Pulau Jawa seperti Bali.
Untuk di Bali sendiri, mereka tampil pertama kali pada taun 2004. Menurut sang vokalis Ucay, keinginan untuk berkonser di pinggir pantai adalah mimpinya dari dulu.
Tahun 2007 Rocket Rockers mengundurkan diri dari Sony Music Indonesia dan membentuk label mereka sendiri: Reach & Rich.
Reach & Rich yang kemudian merilis album ketiga mereka: Better Season pada tahun 2008.
Dengan prinsip DIY (Do It Yourself) Rocket Rockers mengedarkan album ini kepada Rocket Rock Friends – Sebutan untuk para penggemar mereka.
Berikut wawancara singkat dengan Ucay yang dilakukan via email:
- Hallo Ucay, apa kabar? Band apa yang ada di playlist mu sekarang?
Gw baik-baik saja, hanya lagi program fitness kecil-kecilan biar fit hehe.
Playlist: Gw lagi sering dengering Mayer Hawthorne , Pavement, Erykah Badu, sama Gil-Scott Heron
· Tahun ini sudah yang ke empat kalinya main di Bali, gak bosen yah? Haha.
Yah namanya juga panggilan dinas untuk menghibur harus dipenuhi hehe. Bosen sih belum, hanya Bali mulai serasa jadi hometown baru gw aja hahha....
· Sekarang ada Rocket Rock Fam Bali, yang selalu siap untuk mendukung anda dimanapun anda tampil, pertanyaan saya: Bagaimana cara me – maintain penggemar yang begitu banyak?
Sebenernya sih gak ada trik khusus. Kita hanya mencoba sebisa mungkin punya komunikasi yang baik dengan mereka, dan mereka juga sebenernya berkembang dengan sendirinya, Gw salut karena mereka mandiri dan inisiatif. Mulai dari merchandising sampai kegiatan sosial..
· Rilisan kalian yang terbaru, DVD: “Konser Hari Untukmu” – 10 TAHUN ROCKET ROCKERS untuk di wilayah Bali didapatkan dimana?
Sejauh ini karena kita masih sistem do it yourself dalam pemasarannya, jadi untuk luar Bandung-Jakarta masih pake sistem mail order via: www.facebook.com/rocketrockers
· Konser kalian yang paling berkesan untuk di Bali itu kapan dan dimana? Kenapa?
Sebenernya banyak sekali sih yang berkesan. Seperti acara2 di GWK dan Art center yang selalu banyak massanya. Tapi kalo buat gw pribadi waktu jaman-jaman Kuta Karnival, kita manggung di pinggir pantai Kuta...itu impian gw banget waktu awal-awal ngeband ;)
· Pendapatmu tentang scene music di Bali? Punya band favorit dari Bali mungkin?
Seiring kemudahan fasilitas internet dan beragam influence yang mudah di dapat, sebenernya mau di kota manapun band udah bagus-bagus banget. Scene musik di Bali yang gw liat bagus dan potensial. Dari mulai records label yang berlahiran sampai ke massa nya yang semakin antusias sudah merupakan bukti scene musik di Bali itu sehat. Band2 yang pernah main bareng kayak Discotion Pill, Psychofun, SID, Navicula, Nymphea dll semakin seru ;)
November 2010 ini Rocket Rockers resmi merilis DVD “Konser Hari Untukmu” – 10 TAHUN ROCKET ROCKERS.
Awalnya mereka akan merilis sebuah film documenter yang akan mencatat perjalanan karir bermusik mereka, namun karena sesuatu dan lain hal akhirnya mereka merilis sebuah DVD konser yang merupakan jembatan sebelum dirilisnya album ke 4 yang rencananya akan dirilis pada awal 2011 nanti.
Rocket Rockers:
Al aka Ucay: Vokal
Aska: Guitars
Lope: Guitar
Bisma: Bass
Ozom: Drums
www.facebook.com/rocketrockers
www.twitter.com/rocket_rockers
*artikel ini sebelumnya dipublish oleh Bog Bog Cartoon Magazine
Minggu, 10 April 2011
Soundwave Festival 2011 - Perth
SOUNDWAVE FESTIVAL 2011 - PERTH
Soundwave Festival 2011 menampilkan ratusan band internasional dari berbagai negara, terutama band - band metal, punk, rock, emo dan sub genre-nya bercampur menjadi satu dalam sebuah festival yang digelar setiap setahun sekali di benua Australia ini.
Soundwave Festiva juga diselenggarakan di kota - kota lainya seperti Brisbane, Melbourne, dan Adelaide tapi pilihan saya adalah Perth, dengan alasan karena dekat, murah (penerbangannya) dan banyak teman Australia saya bermukim disana.
Soundwave Festival di Perth diadakan pada tanggal 7 Maret 2011, dan merupakan kota terakhir untuk tour yang dimulai dari kota Brisbane ini.
Saya tiba di venue sekitar pukul tujuh pagi pada hari Senin yang terik tersebut, gate-nya sendiri mulai dibuka pada pukul 11 siang. Namun karena teman yang mengajak saya kesana harus membuka stand/tenda Afends yang merupakan brand yang dia distribusikan di Australia Barat, maka sayapun datang pagi - pagi.
Venue dari Soundwave Festival di Perth ini adalah sebuah show ground di daerah Claremont yang biasanya menjadi tempat berbagai macam event, Big Day Out pun diadakan dilapangan ini yang luasnya kira - kira mencapai 26.250 meter persegi atau sekitar 24.5 Hektar. dan dibagi menjadi 8 stages. (sumber: www.claremontshowground.com.au )

Pada pukul 11 siang saya harus ke gate depan untuk menukarkan tiket yang seharga AU$150. Pada saat di gate depan, antrean sudah cukup panjang tapi anak - anak metal dan punk itu pun mengantre dengan tertib. Tidak ada kericuhan atau serobot - serobotan selama antrian ini berlangsung. Ketika masuk gate, antrean pun dipisah menjadi: diatas 18 tahun dan dibawah 18 tahun. Para penonton yang dibawah 18 tahun diberi tanda "X" pada punggung telapak tangan mereka, yang berarti bahwa mereka tidak boleh membeli minuman beralkohol didalam arena konser, sedangkan yang berumur 18 Tahun keatas mendapatkan sebuah gelang yang seperti dibawah ini.

Setelah mendapatkan gelang tersebut, saya langsung berlari menuju stage 3 yang memang menjadi tujuan saya dari awal. Karena tidak jelasnya petunjuk untuk stage, maka saya pun kebingungan. Sekedar informasi, penonton cuma dikasi secarik kertas yang berisikan peta masing - masing untuk stage. Tapi karena saya tidak mengetahui daerah sekeliling dari venue, maka saya pun dibuat sedikit kelimpungan. Tapi untunglah ada banyak "crowd care" berkeliling venue yang dengan ramah menjelaskan letak masing - masing daripada stage tersebut.
setelah sebelumnya sempat tersesat di stage 6 yang sebenarnya merupakan "stage metal", sayapun tiba di stage 3. Pada saat saya tiba disana band The Starting Line sedang tampil, tapi karena bukan big fans dari band ini, saya cuma menonton mereka dari jauh saja sambil menunggu band selanjutnya. Setelah tampil selama 35 menit, The Starting Line pun mengakhiri konser mereka.


Konser kemudian dilanjutkan oleh Less Than Jake, band ska asal Gainesville, Florida, USA ini pun kemudian men-set up panggung mereka. Hanya dengan dibantu oleh seorang stage crew, untuk informasi setiap band yang tampil tidak melaksanakan soundcheck sebelumnya seperti pada umumnya sebuah konser, tapi sebelum memulai konser mereka dikasi kesempatan untuk melakukan check line. Untuk urusan sounds, mereka serahkan sepenuhnya pada sounds engineer.
Less Than Jake tampil dengan hits - hits mereka dari album "Hello Rockview" sampai lagu terbaru dari album "GNV FLA".


Band selanjutnya yang seharusnya tampil adalah Sum 41, tapi karena salah satu personilnya sakit maka konser pun dilanjutkan oleh Gaslight Anthem. Sekali lagi karena bukan fans sayapun mundur teratur ke belakang crowd.


Penampil selanjutnya adalah Social Distortion yang berasal dari California,dan ini merupakan kali pertamanya mereka melaksanakan tour di Australia. Maka penontonpun dibuat sangat antusias oleh penampilan mereka. Mike Ness sang vokalis yang selalu berambut klimis itu pun menyanyikan sekitar 10 lagu.


Setelah penampilan dari Social Distortion, saya pun berlari menuju stage 5A untuk menonton Mad Caddies. Jarak antara stage 3 dengan stage 5A sekitar 700 meter. Saya melewatkan band Gang Of Four untuk menonton Mad Caddies. Pada saat saya tiba di stage 5A, pada stage 5B yang berdempetan sedang tampil band: The Rocket Summer. Para penonton yang berada di depan stage 5A pun berteriak "Mad Caddies, Mad Caddies" pada saat penampilan band The Rocket Summer tersebut.
Dan Mad Caddies, band ska punk asal Solvang, Santa Barbara. California. USA itu pun muncul. Dengan membawakan lagu - lagu hits mereka dari album "just one more" sampe hits mereka yang terbaru dari album "keep it going"
Penyanyi yang enerjik: Chuck Robertson, Sascha Lazor pada gitar yang selalu meminum beer Corona-nya disetiap ada kesempatan tampil sekitar 30 menit.


Setelah menikmati penampilan Mad Caddies di stage 5A, saya pun kembali berlari ke stage 3 yang menurut jadwal akan menampilkan Pennywise, tapi pada saat saya tiba di stage 3 band New Found Glory sedang tampil dengan dua lagu terakhirnya.

Setelah New Found Glory, munculah Pennywise band asal Hermossa Beach California USA dengan vokalis barunya: Zoli Teglas yang juga merupakan vokalis dari band hardcore: Ignite. Vokalis asli mereka Jim Lindberg sendiri keluar pada tahun 2009 dan membentuk band baru bernama: The Black Pacific.
Pennywise tampil enerjik, pada backdrop Pennywise tertulis nama: Jason Matthew Thirsk yang merupakan bassis original mereka yang melakukan bunuh diri pada tahun 1996.

Diantara penampilan mereka yang selama kira - kira 40 menit tersebut, Zoli yang merupakan aktifis lingkungan "sea shepherd" juga sibuk mengkampanyekan tentang bahaya pedofilia di internet. Diselingi lemparan brosur tentang "monster pemangsa di internet" Zoli pun "berpidato" tentang pedofilia dan lingkungan. Sayangnya Pennywise tidak membawakan lagu cover dari Men At Work - Land Down Under yang special dirilis oleh Pennywise pada album "Straight A Head" versi Australia. Penampilan mereka ditutup dengan lagu "bro hym" setelah sebelumnya membawakan lagu cover "stand by me" dari Ben E. King. Dan Zoli pun sempat melakukan "stage dive" ke tengah - tengah penonton.

Pada saat penampilan Pennywise inilah, para penonton yang berada di drinking area mengamuk dan ingin merobohkan pagar pembatas, tapi situasi dapat diredam setelah seorang security wanita yang memberikan pengertian kepada mereka.
Band selanjutnya adalah Coheed And Cambria, dan sekali lagi saya pun mundur dengan teratur dan duduk disamping lapangan. Suasana semakin gelap dan saya pun mulai kelelahan karena berdiri dan kepanasan seharian dan hanya mengkonsumsi Chicken Roll seharga $7, dan sudah merefill botol air mineral saya sebanyak empat kali pada keran - keran yang memang disediakan.
Setelah Coheed And Cambria, maka tampilah Millencolin. Band skatepunk asal Swedia ini membawakan lagu - lagu dari album 1999 mereka "pennybridge pioneer" dari awal sampe akhir dan diselingi oleh lagu "bullion" yang diambil dari kompilasi punk o rama.


Setelah Millencolin, band terakhir yang tampil pada stage 3 adalah Anberlin, tapi karena tenaga saya sudah habis dan saya juga tidak ngefans dengan mereka. Maka sayapun kembali ke tenda teman saya dengan senyum mencapai telinga.
Semua band yang saya dengarkan sejak saya SMP seperti Pennywise dan Millencolin sudah tampil dihadapan saya, walau penampilan Pennywise tidak dengan vokalis aslinya: Jim Lindberg. Tapi dengan Zoli yang menurut istilah teman saya "Pennywise sekarang adalah Pennywise cover version, Zoli is good with Ignite". So I said: Yeah whatever mate, I had made my dream come true, and I was greatly thank full for that!
Soundwave Festival sendiri berakhir pada pukul sebelas malam, festival ini mampu menyedot sekitar 25 ribu - 30 ribu penonton yang merupakan 20 persen dari populasi kota Perth yang sekitar 2 juta jiwa.
Begitu banyak band yang tampil, tapi ada juga band yang terpaksa saya lewatkan yaitu: H2O yang tampil berbarengan di stage 6 dengan Mad Caddies di stage 5A.
Highline Soundwave di Perth adalah: Iron Maiden, One Day as A Lion, dan 30 Seconds To Mars. Tapi saya melewatkan semua itu demi stage 3.
Tulisan ini tidak akan pernah ada tanpa bantuan dari Simon Winchester & Amanda Romeo yang sudah mensponsori kedatangan saya ke Australia dan sudah menyediakan tiket Soundwave.

Global Melodicpunk
I was listen to punk since 1995,after getting sick with the long-playing Iron Maiden, my first punk tape was Green Day - Dookie. I was bought it for Rp.10.000 at that time (that was the time where tape shop were still plenty in Denpasar)
after several years, now some of them were gone, some still remains and has to compete with fake cd dealer at the mall and at the traditional market in Denpasar. OK, we are not gonna talk about their businesses here, but I would like to talk about my collection that make my life complete.
last but not least, fucking living in a third world country, where all of these records were not distributed, has made them precious!
PS:I'm not just a collector but i know what i'm doing, call me an international beggar or what ever :)
1. BAD RELIGION

Bad Religion is my favorite band of all time this New Maps of Hell was their 14th albumsl, this album was a gift from my doctor-punk friend from Swiss as a birthday gift a year ago.
favorite track: all
2. UNWRITTEN LAW

San Diego base punk band, this OZ FACTOR album was produced by Greg Graffin of Bad Religion in 1996. favorite track: Superman
this CD was oleh - oleh from Sanji in 2003 when she was visit USA.
3. BODYJAR

Come from down under,Bodyjar - Melbourne punkers had been around for more than 10 years, and split up in 2009. "we have something else to pursue" - Cameron Baines - lead singer claimed in an interview. in September, 2009 they held a farewell tour.
favorite track: one in a million
thanx to Shea for the CD.
4. USELESS ID

what do you know about Israel? war? molotov, tank, flying rock from the Palestinians? nah, that's all was on television.
after listen to this band made me realize that Israel is not only about war, suicide bombing, etc.
the best band from Israel so far!
fav track: everything turned red
5. MIND THE GAP

Coming from France, been listen to them since 2003 from a France Compilation. fucking great! enuff said!
thanx to: Olivier for the signed CD
6. HI-STANDARD

Hi-Standard were Japanese punk band formed in 1991, after they release Making the Road album that sparked Japan/Europe/American Tour with distribution throuh Fat Wreck Chords internationally and Pizza of Death in local Japan. This Love of Battlefield is their latest EP before decide on hiatus in 2000.
7. WIZO

A German punk band from Sindelfingen formed in 1985, most of their lyrics are in German as my German friend said their lyrics based from humorous to political theme.
they split up in 2005 after the release of Anderster and reunited in 2009.
8. GUTTERMOUTH

A punk band from Huntington beach California, "They are infamous for their outrageous lyrics and behavior which are deliberately explicit, offensive and intended to shock, though usually in a humorous and sarcastic manner. This behavior has sometimes resulted in high-profile problems for the band, such as being banned from performing in Canada for eighteen months and leaving the 2004 Warped Tour amidst controversy over their political views and attitudes towards other performers" - Wikipedia
They are one of the best!
9. NO FUN AT ALL

No Fun At All, a skate punk band from Sweden. if some people says that Refused was the best band from Sweden after ABBA, so NFAA is number 4th after Millencolin for me. Formed in 1991, and decided to quit in 2001, the band constantly doing some reunion show afterward, and decided to reunited. In the fall of 2008 they release their latest album "Low Rider" still with the same style as their previous album.
thanx to Erick for this rare live CD.
10. PROPAGANDHI

A Canadian punk band formed in Manitoba in 1986, currently located in Winnipeg.
one of the best Canadian band beside SNFU.
They are vegan-anarchist punk band, an anti Vans Warped Tour band - they depicted it in
"Rock For Sustainable Capitalism" song:
I hear this year’s Vans Warped Tour is “going green!” I guess they heard that money grows on trees. Hope they ship all those shitty bands overseas like they did the factories.
11. THE MASKED ANIMALS

A punk band from Swiss, the singer and the bass player are my friends!
25 thing
1. I'm the energizer bunny
2. I smoke like chimney, I started it intensively since I was 11.
3. I have a Bad Religion tattoo on my feet, I have showed it to Fat Mike.
4. Prefer Bintang than Bali Hai
5. Greg Graffin is the coolest guy on earth.
6. Prefer Kompas than Bali Post.
7. I used to be the tour manager for the biggest band in Bali.
8. I start my carrier in the local music industry since I was 19.
9. Green Day's Dookie was my first tape I bought with my own money.
10. I'M A HUGE FANS OF MELODICPUNK BANDS, no matter what you say about it.
11. I hate posser, and wannabes.
12. I do believe warped tour is going green. and it's not cool anymore.
13. Girls always make me happy :)
14. I don't think tukul is funny
15. Kangen band and other "melayu" bands are honest, they just look for money. that's it.
16. Sometimes I listen to hip-hop bands, and I think I can be a DJ too.
17. I'm a balinese and I used to dance.
18. I always wanna be in a hardcore band, being straight edge and scream: "we need a new noise...!!!"
19. Hey, I have met Dennis Lyxzen of Refused in Bali.
20. I never regret in anything...well for now.
21. I'm the band manager for Psychofun.
22. I'm pragmatic and tactical person
23. I prefer concerts than disco clubs
24. I never wear fake-band t-shirt.
25. I read anthropology and historical books
Jumat, 21 November 2008
To Write About Something.....
Yeah, setelah merasa jenuh dan muak dengan kualitas tulisan beberapa media yang cenderung cuma meng-ekspos kriminalitas, gosip rumah tangga "selebritis" kacangan, dll. Akhirnya saya memutuskan untuk menulis dan menulis. Apakah kualitas tulisan saya sama dengan kualitas media tersebut? anda lah yang menilainya. Setidaknya saya sudah berusaha untuk menulis!
Sabtu, 15 November 2008
Rufio At Hard Rock Café Bali
Alrite, Rufio is a band that I have been listened to since 2002. First time I heard about their music was from a compilation CD released by Side One Dummy Records. Stoked by their music, I started searching for their album and the first album was “1985” released by Nitro Records that owned by Dexter Holland of the Offspring, as a punk rocker that live in Indonesia of course this album is not an original album. Man, its not even release here…none of my favorite bands! “1985” was their 2nd album, with help of a friend who had an internet connection at his house so I can get their first album “perhaps, I suppose..” released by The Militia Group in 2001. and then I’ve got their last album: Comfort of Home released by Nitro Records in 2005. this is the last band's album, before the band broke up in….
Then in …. The band announce on their myspace page that they will doing some reunion tour across the world starting from South America.
And finally , on June 2008 I heard a rumours about their tour will hit Indonesia, Jakarta for sure..whew…I swallowing my drool when I heard about that, and start crossing my fingers..hoping they will drop by in Bali just like NOFX did last year….
I have lost lots of change to watch my favorite bands, because they only play in Jakarta.
From Sick Of It All, to Ignite and MxPx.
The news about Rufio is coming to Indonesia is getting stronger, a friend of mine from Jakarta send me a message on Yahoo Messenger: Rufio Jakarta 18 July, Hard Rock Café Bali 21 July.
I was like?? Wtf? Is this real? I’m asking him? “Are you sure they will come to Bali?” the answer was like: “ I dunno man, I just forward this message to you, cuz I know you like them!” whoa..man…since then I start looking for information if this is real! I ask my friend who use to work as a AE at Hard Rock Radio, I ask Jerinx too..none of them give me a specific answer…fuck..fuck..fuck…
Until one day…on the way to Buleleng with the Suicide Glam family, I was on the same car with Dethu. He said: “I got assignment/job to handle Rufio to play in Bali”….whoa…I said: “oh ok, if you need a liaison officer, please let me know..I don’t care about how much I’m gonna get paid!”
The next day, Dethu start asking what kind of band is Rufio? I said “Rufio is a Californian based punk band…well you know Californian punk, a melodicpunk band…should I describe more?” and then he laughing and then jumping imitating the style melodicpunker jumping with their guitar...hahaahaha…
That time I was not thinking about how much is the ticket gonna be, the only think in my mind was Rufio..Rufio…
15 days before the show, I got an sms from Dethu: Psychofun opening act for Rufio, fee Rp.xxxx…ok? that time I was driving my bike on the street, when I was on a traffic light and read the message!! Without thinking about how much Psychofun gonna get paid on that show, I’m just reply: “yes!” at home I read the sms several time, just to make sure this is real and the forwarded the sms from Dethu to all Psychofun band member.
All of the band member and my associate manager in the band; Yudis are amazed..haha..yeah.