Jumat, 06 April 2012

Not a life's poet

Sepertinya saya sudah lama tidak pernah menulis tentang diri sendiri di blog ini atau tepatnya curhat :p, terakhir adalah ketika baru pulang dari Australia setelah menonton Soundwave festival itu. Ah those days, i want it back! Jadi apa saja yang terjadi setelah itu? Oh well, diantara bulan2 yang lalu tersebut memang banyak hal yang terjadi. Yang pertama adalah ketika saya memutuskan untuk keluar dari band yang managerin sejak tahun 2004, Psychofun. Band yang berusaha saya besarkan dengan seluruh kemampuan, dari mencarikan panggung untuk pertama kali di Denpasar sampai kemudian bisa rose to fame ke kancah musik nasional dengan berkonser diacara2 di kota - kota seperti: Surabaya, Bandung, hingga Makassar. Sebuah band yang saya bantu besarkan di dunia maya hingga nyata. Sebagai salah satu band di Bali yang paling pertama sadar akan pentingnya social media sebagai wadah untuk menjaring fans baru. Silahkan cek sendiri, myspace dan fans page mereka di facebook. Walaupun jumlah like-nya tdk sebanyak band sebelah :p.

Tentu saja keberhasilan saya sebagai personal manager tidak akan bisa dilepaskan dari Yudis, sang manager bisnis dari Psychofun. Saya sempat meninggalkan Psychofun pada tahun 2007, setelah hubungan asmara yang gagal mengacaukan semua konsentrasi. Namun sejak 2008 saya bergabung kembali dengan Psychofun, Yudis yang menggantikan saya sebagai manager, tidak berpindah dari posisinya. Sehingga Psychofun punya 2 manager, sebuah duo yang dinamis.

Namun pada akhirnya, pada bulan Oktober 2011 saya memutuskan kembali keluar dari Psychofun karena kesibukan saya dan Yudis dalam pekerjaan masing - masing. I'm not a quitter though, tapi inilah yang terbaik karena band ini punya masa depan yang cerah, sedangkan saya sendiri terlalu sibuk dengan pekerjaan. All the best untuk Psychofun, saya masih fans terbesar kalian! Pada tahun 2011 juga saya pada akhirnya menonton Bad Religion di Jakarta! Sebuah trip singkat yang melelahkan tapi terbayar lunas dengan penampilan 90 menit dari BR! Rombongan penonton dari Bali untuk BR adalah: Made Oka, Eka Rock SID, dan Mertha Rock adiknya Eka. Di airport saya juga bertemu Bobby SID yang juga berangkat menonton BR ke Jakarta. Sesampainya di Jakarta kita dijemput oleh Betel yang juga kakak dari Eka. Kita menginap di rumahnya Betel di Karawang, oh man akhirnya tau juga Karawang setelah cuma mendengar nama kota itu buku sejarah saja. Dan untuk informasi, saya menolak untuk bertemu dengan Bad Religion walaupun saya punya kesempatan yang besar untuk itu, buat saya biarlah saya punya jarak dengan mereka sebagai idola dan panutan agar mereka tetap angker...gimana statement saya keren gak? Saya juga sempat punya punya tambatan hati di tahun 2011, tapi gak usah diceritakan lah ya. Karena semuanya kandas :p Pada bulan November 2011, saya kembali disewa sebagai tour manager untuk band punk dari Inggris; Seven Crowns. Tour ini adalah tour kedua saya dengan mereka, kalau pada tahun 2010 rutenya dimulai dari Medan kemudian keliling Jawa lewat darat kemudian terbang ke Bali, pada tahun 2011 ini tournya dimulai dari Bali kemudian terbang ke Surabaya,lalu menempuh perjalanan darat dari Surabaya, Malang, Purwokerto, Bandung, Bekasi. Ditahun 2012 yang sudah lewat 4 bulan ini, saya juga menutup clothing line : Fetch, yang sudah saya bangun sejak 2010 bersama Putra Dynamite. Dikarenakan clothing line utama Dynamite sedang gencar2nya dalam produksi dan promosi. Ditengah kebingungan apakah saya akan melanjutkan Fetch untuk produksi atau tidak ditengah persaingan bisnis clothing di Denpasar yang begitu ketat.Sahabat saya di Perth, Simon menawarkan saya untuk menjadi mitranya dalam mendistribusikan minyak rambut Uppercut Deluxe di Indonesia, Jerinx sudah bersedia untuk membantu saya dalam promosi minyak rambut ini di Indonesia. Semoga saja ini cepat terealisasi dan tidak mendapat hambatan yang berarti dalam hal regulasi import.

Jadi selain masih memasarkan merk tas skateboard saya sendiri: Decent Hardware yang juga sedang kencang-kencangnya dalam hal produksi seiring dengan peningkatan jumlah long boarders di dunia, saya juga masih membantu Erick Tattoo dalam hal promosi dan asistensi, sama tentu saja mengurus produksi beberapa clothing brand dari berbagai negara... Duh...kesannya saya sibuk banget, terus kapan pacarannya? :p Tapi pada dasarnya, pekerjaan saya bukanlah 9 to 5. Pekerjaan yang tidak tetap, not a "decent job" sebuah term yang menjadi momok ketika harus berhadapan dengan orang tua wanita yang saya coba dekati, dan selalu terbata - bata saya menjawab ketika mereka bertanya: "kerja dimana dik?" duh, harus ya pak saya punya status? Biar anak bapak aja deh statusnya pacaran ama saya...haha...duh...mudah2an anaknya mau ya... Kerja itu tidak harus dikantor, tidak harus di ruang AC...tidak harus 9-5, karena bisa saja 24 jam seperti sekarang ini Semua "pekerjaan" ini adalah: To stay true, and to stick for what I believe in, atau kata SID to stay badass. To stay badass, bitch!

I've got my way of life, and I won't back down or apologize - Pennywise